Suntik Vaksin Saat Berpuasa, Ini Pandangan Ulama dan Pemerintah di Jombang

HM Zulfikar As'ad, Salah satu pengasuh Ponpes Darul Ulum Peterongan, Jombang.

FaktaJombang.com – Vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan, tentunya membuat sebagian masyarakat was-was, apakah vaksin pada bulan suci bagi umat muslim ini akan membatalkan ibadah puasa atau tidak.

Salah satu ulama muda di Jombang, HM Zulfikar As’ad menanggapi hal ini. Menurutnya, umat muslim masih bisa menjalani suntik vaksin meski sedang berpuasa. Dikatakan, vaksin tidak membatalkan puasa seseorang yang menjalaninya.

“Umat muslim yang berpuasa, jangan khawatir kalau mau suntik vaksin di bulan puasa ini. Karena suntik vaksin Covid-19 itu, tidak sampai membatalkan puasa kita. Perlu dibedakan antara divaksin dengan diinfus,” jelas Gus Ufik, sapaan akrabnya FaktaJombang.com, belum lama ini.

Diperbolehkanya suntik vaksin, lanjut Gus Ufik, karena vaksin tidak mengenyangkan. Berbeda dengan seseorang yang diinfus.

“Suntik vaksin itu tidak membuat kita kenyang, jadi harus kita bedakan antara suntik vaksin dengan suntik infus seperti biasanya. Apalagi, vaksin itu yang disuntik bukan pembuluh darah, melainkan daging. Jadi tidak membatalkan puasa,” jelas Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini,

Gus Ufik berpesan, sebelum menjalani vaksin saat berpuasa, seseorang harus memastikan dulu kesehatannya, seperti menambah gizi saat sahur dan istirahat yang cukup. Agar tubuh manusia tetap terjaga dari efek usai divaksin.

“Makan sahurnya harus normal. Karena pasti ada efeknya kan kalau setelah divaksin itu. Jadi agar badan tetap sehat, maka makan sahurnya tetap dijaga dan mengatur waktu istirahat dengan cukup,” tutur Gus Ufik.

Salah satu pengasuh Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Kabupaten Jombang ini juga mengusulkan, pemerintah juga bisa menyediakan program vaksinasi Covid-19 pada malam hari. Hal ini, katanya, sebagai antisipasi bagi warga yang masih ragu untuk vaksin ketika berpuasa.

“Kalau memang program vaksinasi pemerintah ini terus berlanjut, untuk mencapai targetnya, jadi saya rasa harus membuka layanan vaksinasi bagi umat muslim saat malam hari. Seperti di Puskesmas atau tempat lain yang layak,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Budi Nugroho mengaku belum mengetahui prosedur atau proses program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan.

“Kami masih belum tahu juga, masih menunggu anjuran atau aturan dari pemerintah pusat nanti kalau diumumkan,” jelasnya.

Begitu juga saat disinggung siapa yang akan mengumumkan program vaksinasi di bulan Ramadan ini, pihaknya juga menjawab masih belum mengetahuinya.

“Belum tahu juga ya, tunggu saja informasinya nanti soal kelanjutan vaksinasi di bulan Ramadan ini,” katanya.

Budi Nugoroho menjelaskan, vaksinasi tahap 3 atau booster di Kabupaten Jombang masih minim peminat. Hingga kini, capaiannya baru sebesar 11 persen.

Ditanya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pencapaian vaksinasi tahap 3, Budi Nugroho menjawab sudah melakukan imbauan-imbauan.

“Ya imbauan atau pemberlakuan syarat vaksin booster saat mudik. Ini mungkin bisa. Perlu juga kami gerakkan imbauan vaksin booster atau pemberlakuan syarat vaksin booster saat mudik. Pada intinya perlu juga kami gerakkan imbauan vaksin booster,” pungkasnya. *)

Penulis: Moh Fa'izEditor: Arief Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.