Telan Ratusan Juta, Proyek Pamsimas III di Barongsawahan Jombang Disorot

  • Bagikan
Bangunan proyek Pamsimas di Dusun Sawahan, Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Bangunan proyek Pamsimas III (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) Tahun Anggaran 2021, tampak rusak di sejumlah titik. Meski bangunan ini belum lama selesai dikerjakan.

Pantauan di lokasi, kerusakan terjadi di bagian lantai atau plat beton atas sebagai lantai tandon air. Tampak di bagian ini, sudah terkelupas di sejumlah titik. Sementara di bagian lain, tampak terdapat retak.

Warga sekitar mengatakan, atas kondisi tersebut, bangunan proyek tersebut diduga dikerjakan asal-asalan. Ia mengaku menyayangkan, lantaran proyek tersebut menyerap anggaran tidak sedikit.

Di bagian depan tak jauh dari bangunan itu, terdapat prasasti yang menyebut jika proyek ini dibiayai dari 4 sumber dana. Di antaranya, APBD sebesar Rp 250 juta, APBDes Rp 40,140,000, Incash Rp 14,3 juta, dan Inkind Rp 57,147,500 juta.

“Jika ditotal, sudah Rp 361 juta lebih. Kan sayang kalau bangunan tersebut tidak bertahan lama,” katanya belum lama ini, seraya berpesan agar namanya tidak disebutkan di media massa.

Selain itu, sumber juga menyayangkan jika proyek ratusan juta tersebut hanya menggunakan pipa paralon atau PVC. Pipa yang dimaksud yaitu pipa yang masuk ke dalam tanah. Lokasinya, berada di sisi kiri bangunan Pamsimas III tersebut.

Dia memprediksi, jika pipa yang masuk ke dalam tanah itu memiliki kekuatan terbatas. Mengingat, kedalaman pengeboran air bawah tanah mencapai 100 meter. Berbeda jika pipa tersebut menggunakan pipa besi yang khusus digunakan sebagai infrastruktur penyuplai air.

“Kalau menggunakan pipa besi beda cerita. Bisa awet dan tahan lama. Kalau itu kan pakai pipa PVC, bisa-bisa nggak tahan lama. Padahal, anggarannya besar lho. Untuk kedalaman pengeboran waktu itu, saya dengar sedalam 100 meter,” ungkapnya.

Hingga berita ini diunggah, FaktaJombang.com belum berhasil mengonfirmasi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, sebagai lading sector proyek Pamsimas tersebut. Selain itu, FaktaJombang.com juga belum berhasil mengonfirmasi Kepala Desa (Kades) Barongsawahan. Namun, upaya konfirmasi tersebut masih terus diupayakan.

Informasi yang dihimpun, proyek Pamsimas di Desa Barongsawahan ini, merupakan salah satu dari 2 proyek Pamsimas di Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Atau satu di antara 14 desa yang menjadi lokasi sasaran proyek ini se-Kabupaten Jombang, Tahun Anggaran 2021.

Dari 14 desa tersebut, Desa Barongsawahan dan Desa Mojokambang, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, didanai dari APBD 2021 Kabupaten Jombang.

Kemudian, 8 desa dibiayai APBN 2021, yaitu Desa Jatimlerek, Desa Plandaan, Desa Purisemanding di Kecamatan Plandaan. Lalu, Desa Badas dan Plosokerep di Kecamatan Sumobito. Selanjutnya di Kecamatan Kudu di antaranya Desa Randuwatang dan Desa Sumberteguh, serta Desa Rejoagung di Kecamatan Ngoro.

Sementara dua desa lainnya berada di Kecamatan Wonosalam yaitu Desa Wonokerto dan Desa Galengdowo, dan dua desa di Kecamatan Bareng yaitu Desa Karangan dan Desa Ngrimbi. Keempat desa ini dibiayai dari Hibah Insentif Desa (HID). *)

Pipa yang masuk ke dalam tanah ini disorot warga setempat, karena menggunakan pipa PVC yang dinilai memiliki ketahanan terbatas.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *