Usulan Pengadaan Sepeda Motor Distan Jombang, Petani: “Buang-buang Anggaran”

  • Bagikan
petani asal bangsri plandaan jombang
Sukamad, petani asal Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Dinas Pertanian (Distan) yang mengajukan anggaran Rp 3 Miliar ke DPRD setempat, yang rencananya dialokasikan pengadaan sepeda motor bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di lingkup Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Jombang, disorot sejumlah petani.

Salah satunya Sukamad (38), petani asal Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Ia menyayangkan rencana pengadaan alat transportasi untuk PPL, malah menyeret-nyeret kepentingan petani.

Dikatakannya, statemen Kepala Distan Jombang terkait pengadaan sepeda motor itu didasari tuntutan petani atas kehadiran penyuluh sangat kuat, mengandung kesan mengatasnamakan kebutuhan petani.

“Sejauh ini, petani seperti kami ini mengerjakan sawah sendirian tanpa pendampingan PPL. Dan saya menyayangkan ada klaim bahwa rencana pengadaan sepeda motor itu merupakan tuntutan petani atas kehadiran penyuluh. Petani yang mana ya?,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Dia menilai jika pengadaan sepeda motor untuk PPL di lingkup Distan Jombang itu hanyalah buang-buang anggaran jika pengajuan anggaran itu disetujui DPRD.

“Kami menilai mubazir. Apalagi, pengajuan anggaran tersebut masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Tentu sangat menciderai rakyat,” sambungnya.

Ia juga menyatakan, merujuk adanya instruksi Pusat, jika terjadi refocusing anggaran sejumlah sektor, termasuk pertanian yang dinilai tidak berdampak positif pada pemulihan ekonomi.

“Lha ini kok malah mengajukan anggaran untuk pengadaan sepeda motor bagi PPL,” lanjut Sukamad.

Dalam konteks pemulihan ekonomi di tengah pandemi bahkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19, katanya, setidaknya Distan Jombang mengajukan anggaran untuk membantu petani.

“Misalnya, fasilitas pembiayaan yang bunganya disubsidi. Kalau pupuk subsidi sulit didapat petani, apakah nggak lebih baik memfasilitasi pupuk non subsidi. Atau progam lain yang orientasinya meningkatkan produksi petani. Ketimbang buat sepeda motor PPL. Sekali lagi, itu buang-buang anggaran,” pungkasnya.

Baca sebelumnya: Usulan Pengadaan Sepeda Motor, Kadistan Jombang: “Untuk PPL Karena Tuntutan Petani”

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *