Warga Kweden Sidowarek Jombang Rela Hujan-hujanan Saat Tahlil dan Tumpengan Apem

- Redaksi

Minggu, 11 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Sidowarek, Fatchur Rohman (Gus Fat) beserta perangkat desa, saat pembukaan tahlil kubro dan tumpengan apem di Dusun Kweden.

Kades Sidowarek, Fatchur Rohman (Gus Fat) beserta perangkat desa, saat pembukaan tahlil kubro dan tumpengan apem di Dusun Kweden.

FaktaJombang.com – Guyuran hujan deras, tak menyurutkan ratusan warga Dusun Kweden, Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, beranjak dari pelataran makam dusun setempat. Mereka tetap melantunkan surat Yasin dan Tahlil, meski seraya berdiri di bawah terop, Sabtu (10/4/2021) sore.

Bahkan, ada sejumlah warga yang rela basah kuyup karena tak beranjak dari duduk bersilanya yang beratap langit. Ada pula warga mengalihfungsi terpal yang awalnya untuk alas duduknya menjadi tempat berlindung dari guyuran hujan.

Tahlil kubro warga dusun setempat, sore itu, merupakan rangkaian kegiatan pamungkas menjelang datangnya bulan puasa Ramadan. Mulai pagi, sebagian warga menggelar Khotmil Quran di lokasi tersebut.

“Kegiatan ini untuk mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita. Ini rutin digelar setiap tahun. Mulai pagi hingga sore hari,” kata Fatchur Rohman, Kepala Desa (Kades) Sidowarek.

Hanya saja, lanjut Gus Fat –sapaan akrabnya, tahun kemarin kegiatan seperti ini tidak dilaksanakan. Mengingat, pemerintah melarang adanya kegiatan karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah, tahun ini bisa digelar kembali, meski saat berlangsung diguyur hujan deras,” sambungnya.

Baca Juga:  Tiga Polisi di Jombang Naik Pangkat Pengabdian
Hujan mengguyur saat pembacaan tahlil.

Selain khotmil Quran dan Tahlil Kubro, warga dusun setempat juga menggelar kegiatan tumpengan yang dipersembahkan setiap RW (rukun warga). Selain tumpeng nasi, juga terdapat 3 tumpeng kue apem. Dua diantaranya berbentuk tumpeng raksasa, dan satunya didisplay bermodel papan pengumuman.

Begitu pembacaan tahlil dan doa rampung, muda-mudi warga setempat langsung merangsek ke dua tumpeng raksasa tersebut. Mereka berebut untuk mendapatkan kue apem. Meski meriah, berebut tumpeng apem ini tergolong menurun, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain karena diguyur hujan, juga masih dalam situasi pandemi Covid-19 meski tak separah tahun lalu.

Sedangkan warga lain, mulai membagi tumpeng nasi untuk dibawa pulang. “Kalau tidak hujan, nasi tumpeng ini pasti dimakan di sini. Kali ini, dibungkus saja, karena kondisi alas duduknya basah,” kata Gus Fat.

Baca Juga:  Ekskavasi 4, Dimensi Situs Sumberbeji Jombang Makin Jelas, Diprediksi Dibuat Pada Dinasti Song

Pria yang juga Ketua Papdesi (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kaupaten Jombang ini juga mengatakan, kegiatan tahunan jelang Ramadan ini untuk berdoa bersama, bagi yang sudah meninggal maupun yang masih hidup.

Meski diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung hingga selesai.

Selain itu, kegiatan ini sebagai ajang guyup warga Desa Sidowarek. Terutama warga Dusun Kweden Timur, Barat, Utara, Maron, Gerdulaut. “Yang pasti, kegiatan ini untuk memupuk dan mempererat persaudaraan antar warga desa Sidowarek,” pungkas Gus Fat.

Sementara itu, Sumaryono (57) tokoh agama setempat membenarkan, kegiatan ini digelar pada akhir bulan Syaban atau jelang datangnya Ramadan. Selain untuk mendoakan para penduhulu agar mendapat ampunan, lanjutnya, acara ini juga sebagai upaya menggalang persatuan warga.

“Hanya satu tujuan kita, kerukunan warga,” tandasnya.

Dikatakannya, selain khotmil Quran, tahlil dan doa bersama, biasanya diisi dengan mauidloh hasanah atau siraman rohani dalam rangka bekal pengetahuan dan meningkatkan keimanan pada bulan Ramadan nanti.

Baca Juga:  Kartini ala Legislator Jombang Junita Erma Zakiyah, Perempuan Harus Mandiri Jangan Ingkar Kodrat

“Tapi kondisinya kali ini hujan deras, akhirnya dipersingkat. Yang penting, warga berdoa dan mendoakan pendahulunya agar mendapat ampunan dari Allah SWT,” ujar Sumaryono.

Disinggung soal tumpeng apem, pihaknya menandaskan hanya sebuah tradisi dan kreasi pemuda-pemudi setempat. Menurutnya, kreasi itu sekedar untuk menambah semangat dan bahagia kaula muda.

“Tidak ada yang lain. Nggak ada, ini barokah, nggak ada. Karena semua makanan, barokah,” tandasnya.

Dulunya, lanjut Sumaryono, kue apem itu memang sebagai sedekah dari orang masih hidup yang pahalanya ditujukan kepada orang yang sudah meninggal.

“Kata apem itu berasal dari bahasa Arab ‘Afwah’ dijawakan apem, artinya maaf,” urainya memungkasi.

Pantauan di lokasi, sebelum memasuki area pelataran makam Dusun Kweden, warga diharuskan mecuci tangan dengan sabun yang telah disediakan. Warga juga diminta tetap disiplin protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan memakai masker. *)

Sebagian warga menjadikan terpal alas duduk menjadi pelindung gujyuran hujan.

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru