Waspada, Ini 10 Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Jombang

  • Bagikan
pemotor melintas perlintasan rel tanpa palang pintu di jombang
Pengendara motor saat melintas di rel KA jalur ganda tanpa palang pintu di dekat Pasar Pon Jombang.

FaktaJombang.com – Bagi pengendara mobil atau sepeda motor, hendaknya lebih dulu tengok kanan kiri, sebelum memutuskan menyeberang perlintasan rel kereta api (KA) double track (jalur ganda) di Kabupaten Jombang. Lebih lagi, yang tidak berpalang pintu. Karena bisa jadi, nyawa Anda adalah taruhannya.

Penelusuran FaktaJombang.com mulai stasiun Sumobito hingga Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek, atau Desa Jabon Kecamatan/ Kabupaten Jombang, terpantau ada 10 perlintasan rel Kereta Api (KA) jalur ganda tanpa palang pintu.

Dari 10 titik perlintasan rel KA jalur ganda tanpa palang pintu itu, hanya ada 2 perlintasan yang tidak dijaga relawan. Kedua perlintasan itu pun hanya bisa dilalui sepeda motor.

Selain itu, di setiap titik perlintasan, ada yang terpasang sirine sebagai peringatan dini (Early Warning System) namun tidak berfungsi. Dan ada juga yang tidak ada sirine-nya. Meski begitu, di 9 perlintasan tersebut, terdapat rambu-rambu peringatan bahaya.

Kesembilan perlintasan rel KA tanpa palang pintu tersebut, di antaranya:

1) Perlintasan KA Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito

KA tanpa palang pintu di Jombang1
Perlintasan KA Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito

Perlintasan ini terletak di pinggir jalan raya Peterongan – Sumobito, Kabupaten Jombang atau barat daya stasiun stasiun Sumobito. Pengguna jalan lebih baik waspada dan hati-hati, karena di lokasi ini juga merupakan simpang empat. Jika dari arah jalan raya, perlintasan rel ini menuju Jalan Kapten Suprapto.

Di perlintasan yang kondisi jalan dengan rel sudah beraspal hotmix ini, terdapat relawan perlintasan rel KA. Salah satunya bernama Poniran, warga setempat yang berusia 60 tahun-an.

“Yang menjaga di sini, ada 3 sif. Kami berupaya menjaga perlintasan 24 jam,” katanya kepada FaktaJombang.com, Sabtu (6/3/2021).

Ia mengaku kerap kewalahan, karena selain menjadi relawan penyeberang rel KA tanpa palang pintu, ia juga kerapkali disibukkan dengan pengguna jalan yang menyeberang simpang empat.

Menurutnya, pengguna yang melintas di jalan ini sangat padat.

“Kalau sirine peringatan dini ada, tapi cukup lama nggak bunyu,” katanya.

2) Perlintasan KA Dusun/Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito

KA tanpa palang pintu di Jombang2
Perlintasan KA Dusun/ Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Belum lama ini, di lokasi ini terjadi peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pedagang kerupuk warga setempat, pada Selasa (23/2/2021) lalu. (baca: Nyawa Penjual Kerupuk Melayang di Perlintasan KA Tanpa Palang Mlaras Jombang)

Sama halnya perlintasan sebelumnya, di perlintasan rel KA Dusun Mlaras ini juga terdapat relawan penyeberangan secara bergilir. Kondisi sama, juga pada letak perlintasan, yakni merupakan simpang empat dan kondisi jalan sudah hotmix. Selain itu, sistem peringatan dini di lokasi ini, juga tidak berfungsi.

“Ada 3 sif yang jaga di perlintasan ini. Tapi, kami berpesan pengguna jalan harus tetap waspada,” katanya Tomo (70) salah satu relawan, kepada FaktaJombang.com, Sabtu (6/3/2021).

Tomo juga mengatakan, beberapa relawan termasuk dirinya, kerapkali mendapatkan hal di luar nalar di sekitaran perlintasan ini. Terutama saat malam hari.

“Iya di sini terkenal angker. Di sini banyak kejadian kecelakaan. Kadang melihat sosok wujud manusia dan hewan,” katanya.

3) Perlintasan KA Dusun Balongrejo, Desa Badas, Kecamatan Sumobito

KA tanpa palang pintu di Jombang3
Perlintasan KA Dusun Balongrejo, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Sama dengan dua perlintasan rel KA sebelumnya, merupakan simpang empat jalan raya Peterongan – Sumobito. Dari arah jalan raya, perlintasan rel tanpa palang pintu ini menuju Dusun Badas Kidul, Desa Badas.

Hanya saja, FaktaJombang.com tidak menjumpai satu relawan pun yang menjaga perlintasan, Sabtu (6/3/2021) pukul 12.30 WIB.

Pantauan di lokasi, tampak berdiri gubuk atau bangunan semi permanen di pinggir jalan raya atau pojok belokan menuju perlintasan rel KA, sebagai tempat istirahat atau berteduh relawan. Untuk kondisi jalan dengan rel, juga sudah hotmix. Selain itu, tidak terpantau alat peringatan dini.

4) Perlintasan KA Desa Nglele, Kecamatan Sumobito

KA tanpa palang pintu di Jombang4
Perlintasan KA Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang.

Untuk lokasi perlintasan rel KA tanpa palang pintu di sini, sangat berbeda. Selain hanya bisa dilewati sepeda motor, kondisi antara jalan dengan rel jalur ganda, masih bebatuan alias belum beraspal.

Pengendara motor, harus ekstra hati-hati jika menyeberang dua jalur rel di sini. Selain wajib tengok kanan kiri, pemotor harus mengurangi kecepatan agar kendali motor tetap terkendali dari lintasan bebatuan.

Pantauan di lokasi ini, perlintasan rel KA yang masih berada di sepanjang jalan raya Peterongan – Sumobito ini, tidak ada relawan penjaga. Di dua arah dekat rel jalur ganda ini, tertancap masing-masing dua besi berwarna kuning hitam, berjarak sekitar 2 meter-an.

5) Perlintasan KA Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan

KA tanpa palang pintu di Jombang5
Perlintasan KA Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Jombang.

Perlintasan rel jalur ganda tanpa palang pintu ini terletak di Jalan KH Romli Tamim, atau jalan pengubung antara Pasar Pon Jombang Kota dengan Ponpes Darul Ulum Jombang. Tepatnya, dekat jalan tikungan, atau warga menyebut tikungan S.

Perlintasan ini merupakan simpang tiga yang bisa dilewati mobil dan sepeda motor. Untuk arus lalu lintas di lokasi ini, cukup padat. Sayangnya, alat peringatan dini juga tidak berfungsi. Terdapat relawan penjaga rel jalur ganda tak berpalang pintu di sini, salah satunya seorang perempuan.

“Saya jaga di sini mulai siang tadi sampai jam 4 sore. Mengganti yang dari pagi tadi,” kata Indah, Sabtu (6/3/2021).

Dia juga mengaku, jika kawasan perlintasan hingga tikungan S itu dikenal angker. Karenanya, kata dia, kawasan ini kerap dirituali.

“Jelang magrib sudah mulai terasa angker. Makanya saya hanya berani sampai jam 4 sore,” katanya perempuan relawan yang mengaku asal Mojoagung, namun tinggal di Mojongapit ini.

6) Perlintasan KA Dusun Subentoro, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto

KA tanpa palang pintu di Jombang6
Perlintasan KA Dusun Subentoro, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Perlintasan rel jalur ganda tanpa palang pintu ini masih berada di dekat Jalan KH Romli Tamim. Tepatnya di sebelah utara gapura mewah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Dibanding perlintasan KA Keplaksari, arus lalu lintas di perlintasan KA ini jauh lebih padat.

Salah satu relawan penjaga perlintasan yang juga warga setempat, Wagiono (55) mengatakan, alat peringatan dini di lokasi jaganya ini sudah cukup lama rusak. “Dua kali sudah diganti, tapi kembali rusak,” katanya, Sabtu (6/3/2021).

Ia mengatakan bersama dua rekan lainnya yang berjaga-jaga di perlintasan itu secara bergantian. “Kita sepakat untuk dijadwal. Untuk jamnya, bergulir. Tidak setiap hari di jam yang sama,” ujarnya.

Wagiono juga mengatakan, kawasan perlintasan yang dijaganya itu sudah tidak sering terjadi insiden kecelakaan. Sejak perlintasan sebelah timur ditutup permanen oleh pihak PT KAI menggunakan palang besi.

“Yang angker itu sebelah sana. Sering terjadi kecelakaan. Sekarang sudah berkurang sejak perlintasan itu ditutup,” terang Wagiono sambil menunjuk lokasi yang dimaksud.

7) Perlintasan KA Jelakombo, Kecamatan Jombang

KA tanpa palang pintu di Jombang7
Perlintasan KA Jelakombo, Kecamatan Jombang.

Perlintasan rel KA jalur ganda tanpa palang pintu ini, terletak di ujung jalan KH Romli Tamim, atau dekat Pasar Pon Jombang. Jika melintas ke arah selatan, menuju Jalan Sulawesi atau Desa Plandi, Kecamatan Jombang.

Di lokasi yang hanya bisa dilewati sepeda motor ini dijaga satu relawan bernama Marsum (46) warga Purwoasri Kabupaten Kediri yang dulunya tinggal di Jombang Kota. Ia memberi tanda apakah pemotor bisa lewat terus atau berhenti di lokasi ini, mulai sekitar pukul 09.00 atau 09.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Kalau pagi, saya masih kerja di rumah,” katanya saat ditanya mengapa tidak mulai pagi menjaga perlintasan, Sabtu (6/3/2021)

Marsum mengatakan, arus lalu lintas di perlintasan yang dijaganya itu cukup padat. Lebih lagi, saat pagi agak siang, cukup banyak melintas pedagang dari Pasar Pon. Selain itu, warga yang hendak masuk kerja.

Hanya saja, kondisi perlintasan yang belum beraspal, diakuinya kerapkali membuat repot pemotor. Untuk menyiasati itu, ia pun rela menguruk jalan di antara rel dengan tanah.

“Kalau tidak diuruk begini, motor kalau menyeberang cukup sulit. Kadang, bagian bawah motor berbenturan dengan rel. Apalagi kalau yang melintas itu warga yang selsai kulakan di Pasar Pon. Ya kita bantu dorong,” paparnya.

8) Perlintasan KA Dusun Beyan, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek

KA tanpa palang pintu di Jombang8
Perlintasan KA Dusun Beyan, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang.

Perlintasan rel jalur ganda ini berada di dekat Jalan Basuki Rahmad, atau jalan nasional antara Alun-alun atau Stasiun Jombang hingga Cangkringrandu Kecamatan Perak, Jombang. Namun, perlintasan ini hanya bisa dilewati sepeda motor.

Selain tidak berpalang pintu, perlintasan ini tidak ada relawan penjaga. Juga tidak tampak alat peringatan dini. Pengendara motor, wajib tengok kanan kiri sebelum melintas rel jalur ganda ini.

9) Perlintasan KA Desa Jabon, Kecamatan Jombang

KA tanpa palang pintu di Jombang9
Perlintasan KA Desa Jabon, Kecamatan Jombang.

Masih di dekat jalan nasional Jombang – Cangkringrandu. Perlintasan ini terletak di perbatasan Desa Jabon, Kecamatan Jombang dengan Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek.

Arus lalu lintas di perlitasan rel jalur ganda tanpa palang pintu ini, cukup padat. Apalagi, pagi dan sore hari. “Kalau sekolah aktif, malah tambah padat,” kata Ihwan (48) relawan penjaga perlintasan ini.

Pria yang juga Ketua RT setempat ini mengatakan, jalur ganda lebih berbahaya ketimbang masih satu jalur. Karenanya, dia tidak sendirian menjaganya secara sukarela. Namun, dibantu bergantian oleh warga setempat.

“Kalau di sini, cuma dua orang bergantian. Sering juga kita diajak koordinasi dengan Polsus saat melakukan pengecekan,” kata Ihwan, sesekali menyibakkan bendera kecil di tangannya.

Ia juga mengatakan, kalau perlintasan yang dijaganya itu sudah jarang terjadi insiden kecelakaan. Meski begitu, ia berharap, pengguna jalan harus tetap waspada jika hendak melintas.

“Kalau yang angker itu, di perlintasan sana (Dusun Beyan). Kalau di sini, Alhamdulillah dan semoga saja tidak ada seterusnya,” harapnya.

10) Perlintasan KA Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang

KA tanpa palang pintu di Jombang10
Perlintasan KA Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang.

Berada sebelah selatan agak jauh dari jalan nasional Jombang – Cangkringrandu, perlintasan rel KA jalur ganda tanpa palang pintu ini merupakan jalur utama menuju Desa Brambang, atau lebih jauh menuju Kecamatan Gudo, dan bisa dilewati mobil dan sepeda motor.

Karena arus lalu lintas sangat padat, relawan penjaga perlintasan ini aktif 24 jam. Untuk sif penjagaan, hanya dibatasi 2 jam saja. “Setiap dua jam ganti yang jaga. Saat ini, kami dua orang,” kata Budi Santoso (39).

Ia mengatakan, menjaga perlintasan KA tanpa palang pintu berbekal pengetahuan rambu-rambu kereta api yang ia dapatkan dari sebuah pelatihan. Dari situ, dirinya memahami tanda-tanda kereta api hendak melintas atau pindah jalur.

“Dulu sempat diikutkan pelatihan, saat awal direkrut menjadi relawan penjaga perlintasan KA di hari besar, Idul Fitri dan Tahun Baru. Sudah berjalan lama, dan dua tahun terakhir ini sudah nggak ada lagi,” papar Budi.

Ia berpesan, pengguna jalan harus tetap waspada jika hendak menyeberal rel tanpa palang pintu, meskipun ada relawan penjaganya. “Pesannya hanya itu saja, mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *