Yuks, Jajal Lezatnya Rica-rica Biawak/Nyambik di Pandablole Jombang

  • Bagikan
Rica rica biawak pandanblole jombang
Kuliner rica-rica biawak/ Nyambik di di Dusun Kedungpandan, Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Kuliner rica-rica biawak (Varanus Salvator). Ya, mendengarnya saja cukup mengerikan karena biawak adalah hewan liar. Sebab itu, olahan biawak disebut sebagai salah satu kuliner ekstrem.

Hewan yang disebut nyambik di Jawa Timur ini merupakan sebangsa kadal berukuran menengah. Dan daging biawak, dipercaya memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Karena kandungan minyak di dalam daging biawak, dipercaya sangat bagus buat tubuh.

Beberapa manfaatnya, di antaranya bisa menyembuhkan penyakit kulit, menyembuhkan asma, menghaluskan kulit, menyembuhkan luka bakar, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Nah, kuliner rica-rica biawak atau nyambik ini, bisa dijumpai di Warung Bangjo. Lokasinya, di Dusun Kedungpandan, Desa Pandanblole, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Listianto (35) pemilik warung mengatakan, membuka usaha kuliner ekstrem ini sekitar satu tahun lalu. Menurutnya, memilih menu daging nyambik, karena daging hewan tersebut memiliki khasiat bagi yang mengonsumsinya.

Hewan liar tersebut, katanya, hanya diambil dagingnya. Kemudian diolah menjadi rica-rica yang identik dengan rasa sedap dan pedas. “Kalau kulitnya, diolah menjadi kripik,” ujar pria yang akrab disapa Bang Jo ini, Sabtu (16/10/2021) sore.

Soal harga, rica-rica nyambik di warungnya ini tidaklah mahal. Satu porsi rica-rica biawak ditambah nasi putih, hanya Rp 10 ribu.

“Kalau tanpa nasi, kami bandrol harga Rp 15 ribu per porsi. Lebih mahal tanpa nasi, karena porsinya lebih banyak,” jawabnya.

Olahan biawak, menurut dia, saban harinya selalu tersedia. Warung Bangjo buka mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Menurutnya, penggemar menu rica-rica nyambik di warungnya itu, dari berbagai kalangan usia.

Listianto bersyukur, olahan biawak kini menjadi menu andalan warungnya. Hingga usaha kulinernya mulai berkembang cukup pesat.

“Omzet satu bulannya, sekitar Rp 1 juta. Kalau sedang ramai, bisa lebih. Alhamdulillah,” katanya.

Bangjo juga mengatakan, biawak yang siap diolah, didatangkan dari pengepul asal Kabupaten Lamongan. Hewan saat diterimanya dalam keadaan masih hidup. Sebab itu, masakan rica-rica yang dijualnya selalu fresh.

“Biasanya, biawak agak sulit didapat ketika musim kemarau,” pungkasnya. *)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *