FaktaJombang.com – Tol Jombang–Mojokerto (JoMo), pada Sabtu pagi (7/2/2026), sempat jadi tempat pendaratan darurat bagi satu truk bermuatan buah naga. Bukan karena sopir ngantuk atau ngebut berlebihan, melainkan karena satu hal klasik yang sering diremehkan, yakni ban pecah.
Peristiwa ini terjadi di KM 674+600 jalur B sekitar pukul 10.28 WIB. Truk Mitsubishi bernopol P-8369-UY yang dikemudikan Sukari (65), warga Muncar, Banyuwangi, sedang melaju dari arah Banyuwangi menuju Solo.
Kecepatannya sedang, lewat lajur lambat. Sebelumnya semuanya tampak normal, sampai ban kanan depan memutuskan menyerah. Ban itu pecah.
Menurut Panit PJR 3 Tol Jombang–Mojokerto, Ipda Siswanto, pecahnya ban membuat truk kehilangan kendali.
“Akibat ban kanan depan pecah, kendaraan oleng ke kanan dan akhirnya terguling ke parit median jalan tol dengan posisi menghadap ke barat,” jelasnya.
Selain Sukari, di dalam truk juga ada kernet bernama Andi S (23), masih satu daerah dengan Sukari. Keduanya selamat. Tidak ada luka, dan tidak ada kabar duka. Sebuah keberuntungan di tengah pemandangan truk terguling dan muatan buah naga yang tak lagi tertata rapi.
Akibat kecelakaan ini, kerugian materiil ditaksir sekitar Rp10 juta. Sementara kerusakan sarana tol masih dalam pendataan pihak terkait. Buah naganya sendiri? Nasibnya tak disebutkan, tapi besar kemungkinan tak lagi semulus rencana awal pengiriman.
Saat kejadian, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau lancar. Cuaca mendung, jalan tidak macet, dan tidak ada efek berantai ke kendaraan lain. Petugas Patroli Jalan Raya bersama pengelola tol langsung turun tangan.
“Tindakan yang kami lakukan meliputi pengaturan lalu lintas, olah TKP, pendokumentasian, pemeriksaan saksi, serta evakuasi kendaraan ke Pos PJR KM 684,” terang Siswanto.
Melintas di jalan tol, musuh utamanya bukan selalu kecepatan tinggi. Kadang, yang paling berbahaya justru hal-hal sederhana yang luput dicek, seperti kondisi ban. (*)
Editor : Arief Anas






