FaktaJombang.com – Selasa pagi (3/3/2026), halaman Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mendadak seperti pasar tumpah versi penuh berkah.
Ratusan warga yang didominasi emak-emak berjubel sejak pagi menunggu gerbang dibuka dalam acara Bazar Baju Layak Pakai yang digelar Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang, selama 2 hari yakni 3-4 Maret 2026.
Begitu pintu gerbang berbahan besi itu dibuka, panitia dibantu siswi MA dan MTs Darul Ulum membagikan kantong plastik. Dan dalam hitungan detik halaman madrasah berubah menjadi lautan orang yang berburu pakaian, tentu saja dengan wajah sumringah dan sedikit teriakan penyulut semangat.
Mereka langsung mendekat ke sejumlah meja yang berjajar. Agar warga tak salah sasaran, panitia sengaja memasang plakat bertulis jenis pakaian yang tersedia. Di antaranya, baju perempuan dan laki-laki dewasa, celana, gamis, batik, rok, baju anak-anak, kerudung, mukena, hingga tas, sepatu, dan sandal.
Warga kemudian satu per satu memeriksa, membentangkan, mencocokkan ukuran, lalu memasukkannya ke kantong plastik. Semuanya gratis. Tidak ada kasir, tidak ada barcode.

Ketua panitia, Lihayatus Sholihah mengatakan, kegiatan ini rutin digelar setiap bulan suci Ramadan dan sudah berjalan tiga tahun terakhir.
Menurutnya, Bazar Baju tahun ini terasa lebih longgar. Jika sebelumnya warga dibatasi maksimal lima potong pakaian, kali ini tidak ada batasan jumlah pakaian yang diambil.
“Kebetulan tahun ini donaturnya banyak, jadi warga bebas mengambil. Kegiatan ini berlangsung dua hari. Kalau hari ini sudah dapat, besok datang lagi juga nggak apa-apa,” ujarnya.
Dikatakannya, para donatur datang dari berbagai kalangan, di antaranya guru MTs dan MA Darul Ulum, wali murid, warga sekitar, hingga kiriman dari luar Desa Bandung melalui jasa paket. Kolaborasi kecil yang dampaknya terasa besar, terutama bagi warga yang memang membutuhkan.
“Yang hadir pun tidak hanya warga Desa Bandung. Banyak warga desa tetangga juga datang memanfaatkan momen gratis ini,” katanya.

Sementara Kepala MTs Darul Ulum, M. Nawawi, mengaku bersyukur kegiatan pada hari pertama ini berlangsung tanpa hambatan berarti. Ia berharap juga demikian dengan hari kedua.
Menurutnya, meski pakaian termasuk kebutuhan sekunder, keberadaannya tetap sangat penting, apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kita niatkan untuk berbagi. Setidaknya bisa jadi pakaian pengganti, atau bahkan dipakai saat Lebaran nanti. Karena memang sangat layak pakai,” katanya.
Kepala MA Darul Ulum, Ahmad Riza Wahdi mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara MTs dan MA Darul Ulum yang berada di bawah naungan yayasan Darul Ulum Bandung.
“Semoga bermanfaat dan semoga kegiatan seperti ini bisa terus terlaksana di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Di tengah harga kebutuhan pokok yang tak selalu ramah, bazar baju layak pakai ini menjadi kegiatan sederhana namun penuh makna. Berbagi tidak harus selalu dalam bentuk besar dan megah. Kadang cukup dengan satu baju yang masih bagus, satu tas yang masih kuat, atau sepasang sepatu yang masih nyaman, yang berpindah tangan dan membawa kebahagiaan baru.
Penulis : Nur Kholilah






