Petani di Pacarpeluk Jombang Gropyokan Tikus, Diberi Bonus Per Ekor

- Redaksi

Kamis, 6 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana gropyokan hama tikus di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

Suasana gropyokan hama tikus di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Memasuki masa tanam, sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, menggelar gropyokan tikus massal dengan cara tradisional, Rabu (5/1/2021).

Gropyokan tikus, masih dinilai sebagai upaya paling jitu dan efektif bagi petani menanggulangi hama tikus. Disamping karena tidak memakai bahan kimia, gropyokan hewan pengerat ini juga sebagai upaya mempererat kerukunan antar warga.

“Kegiatan gropyokan tikus ini rutin tiap kali masa tanam. Jadi Pemdes yang memfasilitasi semua Poktan dan Gapoktan untuk berkumpul dan terjun ke lahan,” kata salah satu petani anggota Gapoktan setempat, saat di lokasi.

Dia berharap, kegiatan ini bisa menanggulangi hama tikus yang menyerang tanaman mulai sejak baru dimulainya penanaman. Serangan hewan pengerat itu makin massif saat tanaman mulai berbuah.

Baca Juga:  Tak Terawat, Fasilitas Taman Desa Ngogri Jombang dan Kamar Ganti Rp 34 Juta Rusak

“Kalau diserang hama tikus, hasil panen bisa dipastikan menurun. Setidaknya, upaya ini bisa menjadi solusi mengatasi hama tikus,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, puluhan petani beramai-ramai terjun ke sawah desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh. Mereka tidak tangan kosong. Selain sabit, mereka masih-masing membawa tongkat bambu yang berfungsi sebagai pemukul hewan pengerat ini.

Di lokasi, juga disiapkan pompa air berikut selangnya. Dan di ujung selang, petani memodifikasi dengan menambahkan pipa paralon.

Puluhan petani itu, berbagi peran. Sebagian ada yang mencari lubang sebagai sarang tikus, dan sebagian lagi ada yang mencangkuli tanah sawah agar lubang tikus mudah terlihat. Sisanya, mereka mengelilingi lokasi sasaran dengan tongkat bambu di tangan, siap berburu hama pengerat.

Baca Juga:  Sopir Truk Gandeng Meninggal Mendadak di Mojoagung Jombang, Begini Kronologinya

Begitu mesin pompa dinyalakan dan airnya menyembur kuat, ujung paralon tadi dimasukkan pada lubang tempat bersarangnya tikus. Tak lama berselang, tikus keluar dari tempat persembunyiannya.

Sontak, petani yang sudah siaga, langsung mengejar dan memukuli tikus yang keluar dan tunggang-langgang itu beramai-ramai. Mereka seolah tak ingin hewan ‘cerdik’ itu lolos dari perburuannya.

Dari gropyokan tikus ini, ratusan tikus berhasil dibunuh warga. Selanjutnya ratusan tikus yang mati dikumpulkan, untuk selanjutnya dikubur massal.

Petani sedang memburu tikus yang baru keluar dari tempat persembunyiannya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Pacarpeluk, Bambang Suirman mengatakan, gropyokan tikus dilakukan rutin secara serentak saat tiba masa tanam di desanya.

Baca Juga:  Tiupan Puting Beliung Bikin 30 Rumah di Ngogri Jombang Morat-Marit, 4 Rusak Parah

“Biasanya kita hanya pakai pompa air, kemposan, belerang, dan jos,” katanya.

Tak hanya itu, perangkat desa setempat memberi bonus yakni satu ekor tikus dihargai Rp 500. Bonus per ekor tikus akan naik menjadi Rp 750 sampai Rp 1.000 pada pelaksanaan gropyokan minggu kedua.

“Kalau sudah sepi, bisa sampai Rp 2.000 per ekor tikus. Tergantung situasi di lapangan. Kalau masih ada tikus, kita masih lakukan gropyokan tikus,” ujar Bambang Suirman.

Menurutnya, pembasmian hama tikus dengan obat-obatan kimia selama ini tidak membawa dampak maksimal. Sebab itu, gropyokan menjadi pilihan efektif menanggulanginya.

“Kami berharap, kegiatan gropyokan ini bisa berdampak positif bagi petani saat masa panen tiba,” pungkasnya. *)

Tonton videonya:

Berita Terkait

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang
Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya
Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi
Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi
Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang
Truk Muatan Buah Naga Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Ini Penyebabnya
Truk Parkir Sembarangan di Jombang, Polisi Datang, Sopir Panik, Pancasila Dihafalkan
Hujan Lebat, Mobil Pajero Terguling di Tol Jombang-Mojokerto

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:50 WIB

Tanpa Kasir, Tanpa Batas, Ratusan Warga Serbu Bazar Baju Yayasan Darul Ulum Bandung Jombang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Tinggal Sendirian, Pria di Janti Jombang Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:57 WIB

Dari Menghentikan Sopir Bus Mabuk, Kapolres Jombang Beri Penghargaan ke 15 Polisi Berprestasi

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:17 WIB

Kapolres Jombang Turun ke Ladang, Bawa Jagung dan Asa yang Tak Cuma Jadi Dokumentasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:20 WIB

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Jalan Raya Perak Jombang, Nyawa Satu Pemotor Melayang

Berita Terbaru