Kesehatan

Sehari Tambah 62 Kasus Covid-19, Empat Kecamatan di Jombang Zona Merah

×

Sehari Tambah 62 Kasus Covid-19, Empat Kecamatan di Jombang Zona Merah

Sebarkan artikel ini
Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang per Selasa 8 Februari 2022 pukul 15.00 WIB.

FaktaJombang.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang terus bertambah. Dalam sehari, ada penambahan 62 kasus baru, Selasa (8/2/2022).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat kini jumlah kasus Covid-19 menjadi 145 orang. Dari jumlah itu, yang dirawat di rumah sakit sebanyak 64 orang. Sementara, sehari sebelumnya, masih tercatat sebanyak 83 kasus.

Tingginya lonjakan itu membuat empat kecamatan berstatus zona merah. Masing-masing Kecamatan Jombang (kota) sebanyak 46 kasus, Tembelang terdapat 11 kasus, Diwek mencapai 17 kasus, serta Kecamatan Mojoagung sebanyak 11 kasus.

Baca Juga:  Larangan Mudik 2021 Mulai 22 April, Forkopimda Jombang Gelar Pasukan Pengamanan

Kemudian tiga kecamatan berstatus zona oranye, yakni Kecamatan Megaluh (6 kasus), Sumobito (6 kasus), serta Kecamatan Bandarkedungmulyo (6 kasus). Sedangkan zona kuning meliputi 12 kecamatan, dan zona hijau hanya dua kecamatan. Yaitu, Ngusikan dan Kecamatan Wonosalam.

Baca Juga:  Polres Jombang Latih Bhabinkamtibmas Siap Hadapi Pandemi Menuju Endemi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, drg Budi Nugroho, membenarkan melonjaknya kasus Covid-19 itu. Namun demikian, Budi memastikan bahwa belum ada klaster baru di Jombang.

“Tak ada klaster baru. Penambahan ini berdasarkan hasil tracing, yakni orang yang melakukan kontak erat pasien,” kata Budi ketika dikonfirmasi.

Baca Juga:  Vaksinasi Santri di Jombang Dipantau Virtual Presiden Joko Widodo

Budi mengimbau, agar masyarakat tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) terlebih ditengah tingginya penyebaran virus corona ini. Mulai dari mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan.

“Kami juga mengimbau agar lansia (lanjut usia) dan orang yang komorbid (memiliki penyakit bawaan) tidak bepergian keluar kota,” pungkasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *