Wisata Kebun Pitu Wonosalam Jombang, Kamping Tanpa Repot Bawa Peralatan dan Bekal

Suasana nyaman berwisata di Kebun Pitu, Dusun Dampak, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (20/3/2022).

FaktaJombang.com – Bagi warga Jombang dan sekitarnya, mendengar nama Wonosalam, bisa dipastikan akan terbayang kawasan di kaki gunung Anjasmoro yang pastinya udaranya sejuk, buah durian, alpukat, salak, kopi, coklat, dan beragam kekayaan alam lainnya.

Disamping itu, kawasan ini menjadi primadona bagi pengembangan lokasi wisata, baik perseorangan, kolektif, hingga Pemerintah Desa (Pemdes). Dalam beberapa tahun belakangan, cukup banyak lokasi di Kecamatan Wonosalam yang ‘disulap’ menjadi tempat wisata.

Salah satunya, wisata Kebun Pitu. Lokasinya, berada di Dusun Dampak, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Lokasi ini, disebut-sebut berada di atas ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berwisata di sini, mirip kamping. Bedanya, pengunjung tidak perlu repot-repot membawa tenda dan bekal makan dan minum. Karena semuanya, tersedia di wisata Kebun Pitu. Pengunjung tinggal memilih paket yang pas di kantong, dan tidak bisa bermalam di sana.

Untuk bisa ke lokasi tenda Kebun Pitu, kondisi tubuh pengunjung harus fit. Karena harus berjalan sejauh sekitar 800 meter dari lokasi parkir. Medannya, cukup menantang bila musim hujan. Karena jalannya sempit dan licin.

Namun, rasa capek itu akan terbayar begitu sampai di lokasinya. Pengunjuung disuguhi panorama perkebunan nan hijau, kebun kopi, suara gemericik aliran air sungai, hingga suara jangkrik hijau yang nyaring.

Di sana, pengunjung bisa langsung memesan paket tenda yang di depannya dilengkapi teras terbuat dari kayu yang menjorok ke sungai. Di teras itu, tersedia meja kecil, cocok untuk ngobrol santai seraya menikmati sejuknya udara khas pegunungan.

“Wisata ini baru beroperasi sekitar dua bulan-an. Di sini, pengunjung bisa menikmati fasilitas yang kami sediakan berdasarkan paket wisata, tapi tidak bermalam,” kata Nurul Sudarwito (51), pengelola wisata Kebun Pitu, Minggu (20/3/2022).

Untuk paket wisatanya, Nurul mengatakan, per tenda ditarif sebesar Rp 400 ribu pada weekend atau akhir pekan. Sedangkan pada hari biasa, lebih murah Rp 50 ribu atau sebesar Rp 350 ribu.

“Harga segitu sudah dapat sarapan dan dinner atau makan malam untuk 4 orang. Di dalam tenda sudah tersedia fasilitas lengkap. Seperti bantal, kasur, selimut dan lainnya. Di sini juga sudah ada resto, buat pesan makanan, camilan, dan minuman lainnya,” paparnya.

Ditanya hasrat ‘menyulap’ kawasan hutan ini menjadi lokasi wisata, Nurul mengatakan, sekedar ingin memperkaya daftar lokasi wisata di Wonosalam, Jombang. Selain itu, untuk memberdayakan warga sekitar di sektor pariwisata.

“Idenya, karena selama ini, belum ada wisata yang mirip kamping, tapi pengunjung tidak perlu repot membawa peralatan kamping,” jawab suami Sofia Khaironi ini.

Disinggung soal nama, Nurul berterus terang penyuka angka tujuh, karena memiliki banyak makna dalam kehidupan manusia. Angka 7, lanjutnya, dalam Jawa disebut pitu yang bermakna pitulungan atau pertolongan.

“Jadi kita ingin, berwirausaha dengan ‘pitulangan’ Tuhan,” jawabnya.

Selain itu, lanjutnya, wisata ini identik dengan jumlah tujuh. Di antaranya, jumlah tenda dan meja yang ada di resto Wisata Kebun Pitu. “Kalau nama kebun-nya, karena wisata ini berada di tengah perkebunan,” ulasnya.

Sementara itu, Farid (51) salah satu pengunjung asal Surabaya mengaku senang bisa berwisata di Kebun Pitu. Menurutnya, wisata ini cukup unik dan menyuguhkan nuansa lain dibanding wisata yang sudah ada lebih dulu di Kecamatan Wonosalam, Jombang.

“Sangat rekomended banget. Sangat terasa suasana alamnya, kamping dengan fasilitas yang luar biasa dan berada di atas sungai. Pokoknya senang banget,” katanya saat diwawancarai FaktaJombang.com.

Ia mengaku tahu wisata Kebun Pitu, dari postingan di media sosial. Dikatakan, selain berlibur bareng keluarganya, dia ke sana sembari merayakan ulang tahun temannya.

“Sore di sini, sangat bagus bagi momen kebersamaan kami. Berfoto-foto dengan background senja di depan tenda. Bawahnya sungai jernih dan dingin. Sampingnya ada kebun kopi. Tadi juga dikasih durian lokal Wonosalam yang enak banget. Jadi sangat senang. Harga paket wisatanya juga ekonomis,” pungkasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.