Kisah Anak Penjual Tahu Keliling di Jombang Lolos Akademi Kepolisian

  • Bagikan
Veni Nardianto, saat pulang dan meminta doa restu kepada orang tuanya di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

FaktaJombang.com – Rasa syukur dan bangga dirasakan keluarga pasangan Solikhin dan Muslikah warga asal Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Bagaimana tidak, sebab salah satu putranya yang bernama Veni Nardianto, lolos dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol). Dan tak lama lagi pemuda berusia 23 tahun itu segera lulus dan dilantik menjadi seorang Perwira Polisi.

Mengenakan seragam coklat Taruna Akpol dan atribut lengkap, Anak kedua dari tiga bersaudara ini juga berkunjung ke Mapolres Jombang di jalan KH Wahid Hasyim.

Di sana, Antok, sapaan akrabnya, bercerita perjuangannya menembus Akpol yang berlangsung sangat panjang. Sebab, latar belakang kehidupannya yang hanya berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya adalah seorang pedagang kecil yang sehari-hari berjualan tahu keliling ke sejumlah kampung di Kota Santri. Namun, hal ini tak menyurutkan tekad maupun cita-cita besarnya sejak kecil untuk menjadi Taruna Akpol.

“Saya terus berusaha mewujudkan cita-cita dengan giat berlatih dan berprestasi di sekolah,” tutur Antok, Jumat (7/1/2022).

Lulus dari SDN Ngudirejo 1, Antok lantas meneruskan sekolah ke SMPN 3 Jombang. Upayanya mengejar impiannya ini mulai terasa ketika dia berhasil masuk SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, melalui jalur beasiswa dan lulus pada tahun 2017 silam.

Perjuangan Antok belum berhenti, setelah lulus SMA TAruna Nusantara, dia masih harus berjuang kembali mendaftar di Akademi Kepolisian (Akpol) dan diterima tahun 2018.

“Saya mendaftar Akpol melalui Panda Polda Jatim dan Alhamdulillah masuk kuota terus sampai akhirnya lulus dan diterima jadi Taruna tahun 2018,” ujarnya.

Selama menjalani tes di Mapolda Jatim, Antok rela pulang pergi naik bus dari Jombang – Surabaya. Tak jarang, dia harus berangkat subuh karena pelaksanaan tes pagi hari.

“Biaya wira-wiri menggunakan uang tabungan dari beasiswa selama di SMA Taruna Nusantara Magelang,” bebernya.

Antok mengaku, hingga saat ini dia masih menjalani pendidikan Akpol tingkat IV. Tahun ini pendidikan berakhir, akan segera lulus dan dilantik menjadi Perwira Polri.

“InsyaAllah bulan Juli nanti selesai pendidikan dan pelantikan,” ujar Antok dengan penuh rasa bangga.

Sementara ibunya, Muslikah mengaku cukup bangga dengan keberhasilan putranya tersebut. Selama Antok menjalani tes hingga menunggu pengumuman, dia dan suaminya selalu berdoa dan rela tidak tidur sampai larut malam hingga anaknya pulang.

“Dengan memberikan motivasi kepada anak agar selalu belajar dengan giat dan orang tua yang selalu mendoakan, Alhamdulillah dikabulkan Allah SWT,” ungkap Muslikah.

Muslikah membeber, selama ini dirinya pun kerap diolok-olok tetangganya karena dianggap tak memiliki uang untuk menjadikan anaknya sebagai polisi. Namun, Muslikah dan suaminya tidak pernah menghiraukan dan terus mendukung cita-cita anaknya.

Dia pun berpesan kepada para orang tua, agar tidak berkecil hati untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi polisi. Walaupun dengan keterbatasan ekonomi, ternyata anaknya dapat menggapai cita-citanya.

“Jangan takut mendaftarkan anaknya jadi polisi, Suami saya penjual tahu keliling membuktikan sendiri. Ternyata jadi polisi itu gratis dan tidak dipungut biaya,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *